terbangun dengan kondisi menggigil di kereta express solo-jakarta...
yup... back to worker class after finishing a week for 'berleha-leha' at my small town...
solo selalu membuatku merasa malas, selalu enak untuk bermalas-malas ria di kota solo. menikmati udara yang tak sepengap jakarta, berjalan di bawah temaram lampu, di bawah rindang pepohonan. Bersenandung di halte bus kota sembari menunggu kereta yang melintasi jalanan utama, seperti trem di kota batavia tua. Menghabiskan waktu di 'wedangan' menikmati teh jahe atau sekepal 'nasi kucing'.
"Hidup di Jakarta memang keras... siapa yang kalah pasti tergilas" sepenggal kalimat dalam surat Slamet (diperankan oleh alm.Dono) kepada bapaknya di sebuah film komedi Warkop DKI membuatku teringat. Aku disini merantau, bekerja untuk wujudkan mimpiku, meninggalkan segala kemanjaan yang dapat kunikmati di kota solo. Meninggalkan scene street art yang beberapa tahun terakhir kugeluti bersama teman-temanku (FiL, B-Toy, Jured). Aku terbiasa, di solo akulah raja bagi diriku sendiri.
Do what You Can Do, Do What You Must Do...