be nice, be good and polite

LANTURAN

Blog Entryoverjoy stooned (another short storey)Apr 5, '08 6:56 AM
for everyone

Sabtu, 12 January 2008 1:08 AM Cerita dua :

Kondisi : stoned, drink beer, new year night, jazzy music, coffee, smoking, remang2, Halaman Belakang.


Oom Hans menyeruput teh manis dalam cangkir stainless itu dengan hati-hati, tidak ingin lidahnya kepanasan. Lelaki tua itu masih saja stylish seperti masa mudanya, menikmati musik jazz yang ada di sudut teras belakang, duduk di kursi goyangnya mengenakan celana piyama flannel dan kaos oblong favoritnya. Terkadang dia keluar dari rumah yang juga studio gambarnya itu.

Oom Hans yang semangatnya tak pernah tua.

Aku bertemu pria tua itu di parkiran belakang bar yang ada di kota beberapa tahun silam. Dia hendak mengambil chevy tuanya ketika memergokiku yang sedang mencoreti dinding bata itu.

“Hey… kamu!”

Kupikir aku dipergoki dan siapapun itu aku pikir dia marah karena  mencoret-coret dinding itu. Tidak, dia tidak marah.

“Kamu minum beer?”

Dia berjalan ke arah ku sembari membawa dua kaleng beer, berdiri di bawah lampu neon, bersandar pada tiang listrik. Stelan yang dipakainya saat itu adalah jas abu-abu lengkap dengan kemeja putih dan dasi bergaris merah hitam, spatu kulit dengan tali kecil dan topi ala gangster new york tahun 1950an.

“Maunya apa Pak Tua?” aku awalnya sedikit curiga.

“Mau beer?” dia mengulangi pertanyaannya.

Aku berjalan ke arahnya dan menerima tawaran beer itu, “ Terima Kasih…”

Aku melanjutkan proses selanjutnya setelah sketch selesai, fill up some colour.

Kami berdua duduk di parkiran yang sudah sepi itu, di atas bagasi chevy tua itu, perkenalan pertama.

 

Hari ini kami berdua minum beer bersama lagi setelah setahun tidak bertemu. Kali ini kami berada di halaman belakang rumah Oom Hans. Sarapan roti tawar dengan pot butter bikinan si oom sendiri. Rumah Oom Hans sendiri tidak terlalu luas, rumah mungil di ujung jalan buntu itu didiaminya berdua dengan kucing hitam kesayangannya. Hanya sebuah kamar tidur, ruang tamu yang juga difungsikannya sebagai studio, kamar mandi, dan dapur yang terbuka ke halaman belakang. Halaman belakangnya sendiri dikepung oleh dinding belakang sekolah swasta yang tinggi.

Cukup nyaman dan privat bagi kami.

Menyulut selinting ganja dan mengoperkannya padaku. Setelah beberapa kali hisapan, si Oom seperti biasanya mulai ngoceh.

“Gimana kerjaan barumu?”

“Asik sih oom!”

“Asiknya gimana? Kemaren kamu mengeluh kerjanya ga pernah istirahat! 25 hours a day 8 days a week”

“Yah… si oom hiperbolis banget, kmaren ga ngomong gitu deh… hehehe”

“Kemaren wisuda katanya kamu ga datang?” Oom Hans melanjutkan.

“Iya oom, males, itu kan Cuma acara selebrasi dari institusi yang busuk itu!” jawabku sedikit sinis.

“Mulai nih… sombong dan kemakinya keluar kalo mabuk” si oom menyindir.

“Hehe… biarin! Bukannya kampus emang busuk, si oom aja pilih DO kan!” balasku.

“Ya enggak gitu lah… ilmu yang kamu dapet dari kampus berguna ga?” tanyanya.

“50-50”

“Maksudmu?” kejarnya.

“iya oom, kalo boleh malah aku bilang 30-70. soalnya ilmu yang aku dapet dari kampus emang Cuma segitu, yang 70 persen lainnya aku dapet dari hidup di luar kampus”

“O….” mengangguk-angguk, si oom sudah mulai membuat lintingan kedua.

“Kalo dulu aku Cuma belajar serius di kampus dan ga belajar dari oom, dari lingkungan, dari kebiasaan, dan dari semua hal yang ada di alam semesta ini, mungkin di Metropolitan aku Cuma bisa itu-itu aja”

“Emang sekarang kamu bisa apa?” si Oom menyindir dan mulai menyulut lintingan kedua yang lebih besar dari yang pertama.

“Sekarang yang ada di pikiranku ‘do what u can do-do what u hav to do’. Keeping survive aja di Metropolitan yang ganas”

“Selama kamu ga merugikan orang lain kan…” si oom mengingatkan dan menyodorkan lintingannya

“Masih sombong dan kemaki atas karya-karyamu?” lanjutnya saat aku menghisap dalam-dalam asap wangi melalui hidungku.

“Ya masih lah… kalo kita ga membanggakan karya sendiri, gimana temen kita akan bangga akan karya kita, gimana orang lain akan bangga liat karya kita, kalo yang bikin ga pede untuk bilang karyanya yahud…”

“Bukan paling yahud di dunia kan”  si oom kembali menyindir.

“Hahahahaha” kami tertawa bersama.

“Alam semesta dan lingkungan yang memberiku jalan hingga aku bisa seperti sekarang ini oom, aku pasrah dan mensyukuri semua kenikmatan yang aku terima hingga saat ini. Bertemu dengan Oom pun suatu yang sangat aku syukuri”

“Terus pait dan pelajaran keras yang dulu pernah kamu rasakan hingga kamu maki-maki Tuhanmu dan menghujatnya?” si Oom mengingatkan.

“sekarang aku bisa terima itu semua oom, sebagai sebuah keseimbangan dalam hidup, seperti yin yang, segelas manis dan segelas pahit. Cobaan dan tempaan itu semua pula yang menciptakanku dan mengajarkanku untuk hidup” mulutku udah nyocot panjang ga jelas nih. Aku kembalikan batang bara itu padanya.

“yah… kalo dimanjain mulu dari dulu kamu jadinya pemalas…!” tegas si oom sembari menyomot kembali lintingannya dari tanganku.

“Ganja ga bikin males ya oom?” Lanjutku.

“Menurutmu? Selama ini aku males ga? Itu tinggal kamu membawa dirimu gimana…! Apakah kamu yang mengontrol dirimu sendiri atau kamu yang dikendalikan?”





PS: saya nulis pas saya sadar saya mulai kecanduan sama ganja... untungnya saya sadar posisi saya sedang mencandu... maafkan saya.


Blog Entryswantenati (a short storey)Apr 5, '08 6:52 AM
for everyone

Selasa, 4 December 2007,

saya beranikan diri menulis cuma saat stonned dan saya merasa saya perlu untuk meng-uploadnya agar tak hanya terbaca oleh saya di dalam layar komputer saya. Ini cerita satu, saya mulai menulisnya pagi tadi di buku kecil catatan saya, baru malamnya saya lanjutkan. ini saya lanjutkan lagi, skrg jam 9.47 PM. Sama seperti tadi pagi, stonned on my table.

SWANTENATI

Artie datang dengan mantel hujan yang basah kuyub. Payung kecil bermotif kotak-kotak merah hitam itu tidak bisa menahan tampias hujan lebat yang berbaur dengan angin. Berbasa-basi mengetuk rangka kayu pintu kaca sebelum masuk. Menggantungkan mantel dan payung. Mengeringkan rambut dan menyambar secangkir cappuccino hangat di meja.

Menghirup wangi creamer, menyeruputnya perlahan. Menarik bangku kayu, membuka pelapis anti debu, jemari mulai menari di deretan balok hitam putih, bersenandung lembut. Jane Monheit –I’m through with love.

Deka menegak sisa bir hitamnya. “nDlogok! Mulai kebelet kencing nih” sekejap dia sudah kembali dari toilet sembari membawa segelas kopi hitam pahit. Bersandar di kursi kerjanya yang nyaman, menyalakan rokok kreteknya. Menikmati hujan yang turun diluar, musik lembut, dan temaram lampu gantung.

“Ini untukmu…” Ujarnya dengan nada datar.

Artie menghentikan tarian jemari di tuts baby grand piano hitam yang ada di sudut ruangan kaca.  Melirik ke arah “Filmbuhne am Steinplatz”.

“Ini yang kau bilang buku perantau itu mas-e?”

Deka hanya mengangguk, “Banyak judul yang laen juga sih. Dah kelar main pianonya?”

Tanpa menunggu jawaban winamp langsung dimainkan. “Rude Boys Don’t Cry – Beduin Sounclash” sisa playlist tadi siang terlalu menghentak untuk sore yang gelap. Menggantinya dengan deretan playlist baru, “Jack Johnson - Banana Pancake” sebagai pembuka.

 

Membuka lembar-lembar awal buku, berebah di sofa di sudut lain ruangan, Lebih nyaman daripada busa tipis bangku piano. Deka berpindah duduk di karpet, di depan sofa putih itu.

“Dek… kalo aku bilang aku cinta kamu… apakah kamu percaya”

“Hmm” Artie tak melepaskan matanya dari novel barunya.

“Dek… aku bicara sedikit serius nih” Deka menoleh ke belakang, asap kretek mengepul ke wajah Artie, sedikit mengusiknya.

“Mas-e dah mabuk ya?”

“Enggak kok, belum, baru sebotol kecil bir”

“Ganja?” cecar Artie.

“Not Today” Artie menolehkan kepalanya, berhadapan dengan Deka dengan jarak yang cukup dekat. “Aku cuma ingin agar kamu tahu” lanjut Deka.

“Tahu apa?” Artie mulai sedikit menanggapinya.

“Ingin kamu tahu bahwa aku mencintaimu!” Tegas Dika.

Artie duduk, membetulkan rok dari baju terusan, melepas sepatu merahnya. meraih cangkir cappuccinonya yang masih hangat. Mencium aroma kopi dan creamer dan menyulut rokok mild mentolnya. Meletakkan buku novel yang hendak mulai dibacanya serius.

Cappuccino buatan Dika memang menjadi favorit Artie, selain ruang kerja Dika yang sangat nyaman.

Hujan masih cukup deras di luar terlihat dari kaca jendela di belakang sofa, sweater rajut berkancing menghangatkan tubuh Artie. “Kamu membuatku memiliki mimpi dengan cerita harapanmu, Kamu memberiku harapan saat aku sendiri, Kamu beriku rumah di saat aku tersesat, Dan kamu berikanku hidup” Dika menyulut sebatang lagi rokok kretek. “Kamu terima aku apa adanya saat kita pertama berjumpa” Lanjutnya.

“Jangan gitu ah, katanya taun depan mau nikah…” Artie sedikit mencoba mencairkan suasana.

“Iya aku akan menikah… tapi aku cinta kamu” ulang Dika.

“Maksudmu aku yang kedua?” Artie sedikit tersenyum bercanda meredakan hati sendiri.

“Tidak ! Tapi aku cinta kamu?” tegas Deka lagi

“Lalu apa?” Artie semakin bertanya-tanya.

“Aku ingin bahagiakanmu” jawab Deka.

Artie terdiam sesaat duduk bersila di sofa, “ Mas-e bikin aku bingung”

“Begitulah adanya,” Deka bersimpuh di karpet.

Artie sedikit menundukkan badannya “Kau selalu beriku bahagia, kau selalu menjagaku.”

“Tidak selalu, aku masih berhutang hidupku padamu”

“Kenapa?”

“Kamu jemput aku dari kematian otakku”

Artie bersandar, meniupkan asap tembakau menthol ke udara “Kau sendiri yang dulu mengenalkan musisi itu padaku.”

 

“Kamu bernyanyi dan dia memainkan gitarnya.

Kau jemput aku kala aku tersesat di surga.

Kamu tak tergantikan” Deka sedikit memburu.

“Bahkan kau tak pernah menyentuhku”

“Kamu terlalu berharga, bukan berarti tubuhmu tak menarik, adalah jiwamu” Mereka saling terdiam…cukup lama.

“Kenapa sekarang?” sambar Artie penuh tanya.

“Karena aku akan mengikat diri besok”

“Kau menyiksaku…” sesal Artie.

“Maaf…” Deka tertunduk. Hujan sudah reda, menjadi rintik lembut embun, bau tanah basah, bulan mengintip di lubang awan.

“Aku cinta kamu” Dika lirih berkata…

“Terima Kasih” Artie mengecup lembut kening Deka.







PS : Swantenati = suara hati (bahasa jawa)
merupakan suara hati yang terdalam dan terpendam, lebih baik dilepaskan, atau diutarakan...
terima kasih

to : Anggeng.

bro, thanks banget pinjeman motornya ya...
lumayan, enak dan nyantai di perjalanan.
tenang aja, kalo pagi aku panasin mesinnya kok,
trus kalo keujanan ya dicuci, bensin tak lupa ngisi.
masih inget rencanamu yang terakhir akan motor ini ga
aku sedikit bingung mau aku lakukan ato enggak,
yah semalam akhirnya dapet jawabannya sih dari seorang teman.
dibikin "glorious way to heaven"
gimana yah... cutting yang kamu minta untuk ditempel di motor,
gambar tengkorak di bagian buntut motor, dan gambar peti mati untuk spatbor belakang. belum sempat aku bikin, kemaren pagi kamu dah dapet peti mati kamu sendiri.
man...! bener-bener jadi anak underground ya sekarang.
good luck ya bro.
hope you really get your 'glorious way to heven'
amiin.
maafkan kesalahan ku baik yang sengaja maupun tidak ya...

Blog EntryDamn... should kill that bad moodJan 17, '08 10:59 AM
for everyone
SiaL,
Rasa itu balik lagi,
uring-uringan, marah yang ga jelas,
dah lama ga krasa kaya gini. paling ngga' sekitar dua taun setengah,
tiga taun yang lalu sih aku masih labil...
emosi cepat naik ke ubun-ubun, sampe sering... bahkan ama temen sendiri... bertukar kepalan tangan di muka ataupun perut. setelah 'terapi' lumayan sih emosi jadi stabil...
tapi hari ini  kok perasaan yang lama ga aku rasain itu keluar lagi...

@S$! @NJ*NG! B@J*NG@N! B@ST@RD! B*TCH! C@NGK%MM$! DH@NC$K! %D@N! F$CK! G@TH%L! *T*L! J%MB$T! K^NT^L! K%NT$! M@T@M$! NDL^G^K! ND@SM$! P%L*! P%NT*L! S*L*T! SH*T! T%MP%K! T@*!

PUAS MENGUMPAT PADA DIRI SENDIRI...

kembali bertanya : apa ini yang dibilang menstruasinya lelaki.... emosi ga stabil.... tahi kucing!!!


ps --> dictionary :
@ = A
* = i
$ = u
% = e
& = o

Blog EntryHOLD MEDec 27, '07 12:04 PM
for everyone

please someone hold my hand from punching my self

i need some one to hold on...

i'm too tired... too bored


Blog Entryit's a good dayNov 8, '07 3:09 PM
for everyone

it's a good day...

entah kenapa kalimat itu yang nyantol di kepala beberapa hari belakangan ini, padahal (mungkin) kalo orang lain bilang "not pretty good days".

...


Blog Entrywc umum 1000perakNov 6, '07 11:05 AM
for everyone

di Jakarta memang mudah untuk cari duit. istilah kata, "Bawa Sepitank aja bisa jadi duit". Maksudnya mungkin susah mau kencing sembarangan (harus ke WC umum yang notabene musti bayar Rp.1000,-). bukan masalah materi dari duit seribu untuk menyewa bilik satu meter kali satu meter dari bahan fiberglass itu sih. Tapi aku rindu akan menandai wilayahku, seperti anjing yang mengencingi ban mobil. aku rindu menuliskan kata-kata di jalanan, aku rindu meneriakkan apa yang ada di kepalaku. kurasa emosiku memang sudah kumatikan. untuk masa depan yang lebih baik (pikirku). paling tidak dengan menerima adanya seperti ini, tidak ada keributan-keributan kecil yang akan jadi besar nantinya.

udah ah... jadi ngelantur...


Blog EntryDo What You Can Do, Do What You Must DoNov 6, '07 11:02 AM
for everyone

terbangun dengan kondisi menggigil di kereta express solo-jakarta...

yup... back to worker class after finishing a week for 'berleha-leha' at my small town...

solo selalu membuatku merasa malas, selalu enak untuk bermalas-malas ria di kota solo. menikmati udara yang tak sepengap jakarta, berjalan di bawah temaram lampu, di bawah rindang pepohonan. Bersenandung di halte bus kota sembari menunggu kereta yang melintasi jalanan utama, seperti trem di kota batavia tua. Menghabiskan waktu di 'wedangan' menikmati teh jahe atau sekepal 'nasi kucing'.

"Hidup di Jakarta memang keras... siapa yang kalah pasti tergilas" sepenggal kalimat dalam surat Slamet (diperankan oleh alm.Dono) kepada bapaknya di sebuah film komedi Warkop DKI membuatku teringat. Aku disini merantau, bekerja untuk wujudkan mimpiku, meninggalkan segala kemanjaan yang dapat kunikmati di kota solo. Meninggalkan scene street art yang beberapa tahun terakhir kugeluti bersama teman-temanku (FiL, B-Toy, Jured). Aku terbiasa, di solo akulah raja bagi diriku sendiri.

Do what You Can Do, Do What You Must Do...


Blog Entrysend me 3 words to make a shortstory...Aug 6, '06 2:58 AM
for everyone

i got a friend that got WRITEHOLIC

he ask me to write this in my blog...

SEND ME 3 WORDS TO MAKE A SHORTSTORY

> send me 3 words. 

    1. describe yourself

    2. describe what you want to

    3. describe your situation now.

> or what ever aniways thanks....

>i'll give you the short story when it's done....

thanks


Blog EntrySUBCULTUREAug 20, '05 12:14 PM
for everyone
 

SUBKULTUR


Secara khusus cultural studies membuat sebuah konsep analisis tentang subkultur. Kata ‘kultur’ dalam subkultur menunjuk pada “keseluruhan cara hidup” atau “sebuah peta makna” yang memungkinkan dunia bisa dimengerti oleh anggota-anggotanya. Kata ‘sub’ mengkonotasikan kekhususan dan perbedaan dari kebudayaan yang dominan atau mainstream. Subkultur bisa juga dilihat sebagai sebuah ruang di mana “kebudayaan yang menyimpang” menegosiasikan kembali posisinya atau justru merebut dan memenangkan ruang itu.


Misalnya saja kita bisa melihat remaja sebagai subkultur. Konsep remaja di sini tidak mengacu pada kategori biologis yang bermakna universal dan tetap. Remaja sebagai usia dan sebagai masa transisi tidak mempunyai karakteristik umum, seseorang berusia 17 tahun yang tinggal di Jakarta akan berbeda baik secara biologis maupun kultural dengan orang lain berusia sama yang tinggal di Perth. Remaja adalah sebuah konsep yang bersifat ambigu. Yang menjadi persoalan adalah bagaimana kategori remaja yang bersifat ambigu itu diartikulasikan dalam wacana-wacana lain, seperti musik, gaya, kekuasaan, harapan, masa depan dan lainnya. Jika orang dewasa melihat remaja sebagai masa transisi, remaja justru mengganggap posisi yang dijalaninya sebagai sebuah keistimewaan di mana mereka mengalami sebuah perasaan yang berbeda, termasuk di dalamnya hak untuk menolak melakukan rutinitas keseharian yang dianggap membosankan. Remaja terbentuk dalam suatu artikulasi ganda, yaitu dalam perlawanannya dengan kebudayaan orang tua dan sekaligus dalam perlawanannya terhadap kebudayaan dominan. Dengan kata lain subkultur remaja dapat dilihat sebagai stilisasi bentuk perlawanan terhadap kebudayaan hegemonis. Ritual-ritual seperti fesyen, musik, atau bahasa, dilihat sebagai usaha untuk memenangkan ruang kultural dalam kebudayaan dominan dan kebudayaan orang tua.


Subkultur hidup dalam hubungan yang bersifat kritis dengan budaya kapitalisme. Misalnya saja subkultur hippies yang populer pada tahun 60-an. Mereka lebih suka menghabiskan waktu luang sebanyak-banyaknya, ini dapat dilihat sebagai sebuah subversi atas konsepsi waktu kapitalisme industrial yang linier, kaku, dan disiplin. Hippies tidak hanya dikenal karena gerakan-gerakan protesnya menentang norma-norma seksual yang puritan, menentang perang, anti senjata nuklir, anti mayarakat fasis, militeris, tidak manusiawi dan tidak natural. Mereka juga mendunia lewat simbol-simbol yang dikenakannya; kalung manik-manik, celana jeans, jaket dan mantel yang dijahit dan disulam sendiri, untuk membedakan mereka dengan golongan orang-orang yang memakai setelan resmi dan berdasi. Salah satu simbol yang mencolok adalah rambut mereka yang panjang dan lurus, natural tanpa cat, alat pengeriting, kaum lelaki hippies juga memelihara rambut panjang, lengkap dengan janggut dan kumis yang dibiarkan lebat. Ini adalah pembeda mereka dari golongan orang tua mereka.


Pada tahun 1975 muncullah kaum punk. Term punk adalah bahasa slang untuk menyebut penjahat atau perusak. Sama eperti para pendahulunya, kaum punk juga menyatakan dirinya melalui dandanan pakaian dan rambut yang berbeda. Orang-orang punk menyatakan dirinya sebagai golongan yang anti-fashion, dengan semangat dan etos kerja “do it yourself” yang tinggi. Ciri khas punk adalah celana jeans sobek-sobek, peniti cantel (safety pins) yang dicantelkan atau dikenakan di telinga, pipi, asesoris lain seperti swastika, salib, kalung anjing, dan model rambut spike-top (model rambut yang dibentuk menyerupai paku-paku berduri) adalah model rambut standar kaum punk. Sementara model rambut mohican atau biasa disebut mohawk yaitu model rambut yang menggabungkan gaya spike-top dengan cukuran di bagian belakang dan samping hanya dipakai oleh sedikit penganut punk. Kadang mereka mengecat rambutnya dengan warna-warna cerah seperti hijau, pink, ungu, dan oranye.


Semua hal yang dipertontonkan lewat tubuh: gaya pakaian, gaya rambut, serta asesoris pelengkapnya, lebih dari sekedar demonstrasi penampilan, melainkan demonstrasi ideologi. Sekaligus menunjukkan kepada kita bahwa globalisasi berperan besar dalam penyebaran gaya ke seluru dunia meskipun tidak dalam waktu yang bersamaan. Globalisasi beserta seluruh perangkat penyebarannya, televisi, majalah dan bentuk-bentuk media massa lain, juga menyebabkan peniruan gaya yang sama, tetapi dengan kesadaran yang samasekali berbeda dengan konteks sejarah awalnya. Jadi, para anak muda yang mengenakan dandanan serba punk di Indonesia ini sangat mungkin diilhami oleh sesuatu yang sangat berbeda dengan generasi punk pendahulu mereka di negara asalnya. Sebuah subkultur yang lahir dari hibridasi. Kolase, peniruan, kombinasi yang dilakukan oleh anak-anak muda Indonesia akan membentuk lahirnya makna baru dan bisa jadi dengan ideologi yang baru juga. (pita_amurwa, 05)


 

 


Blog EntryBEAUTIFUL AND SILENT BEACHAug 10, '05 9:47 AM
for everyone

August 7th, 2005

We go to BEACH today…

Yeah… to the beach… it Srawu Beach in Pacitan… about 4 hours trip with automobile from my place (solo).

Wake up at 8am, make coffe, get some breakfast, real fast. Then go to the car rental.

After we pick up some friend at their Homestay, finally we go to the beach.(Camilla)

Actually this is unplanned trip for us. This trip is only planned for Gundul and his girlfriend from germany, Milli . But somebody heard it ad spread it away, so here I am with Gundul, Milli, Dursley, Anika, and Mandus. We go at 10 am. It was very long and hard trip. The road is really bumpy and dangerous. I have to driven about 4 hours till we arive to the beach.

Befor we got to the beach, many fun and interesting this are too valuable to missed. Like taking picture near by the big dam in wonogiri (Gajah Mungkur dam), looking for those villagers which work together to make others houses (Gotong Royong), taking photograph of an old ‘Beringin’ tree which more than 500years old and git something mystical on it, and some others thing.

Finnaly we got to the beach. Camilla and Anika was look very anthusiasme, Dursley and Mandus was happy, and Gundul too. For me, after 4 hours driving trough bumpy dangerouslly roads with less rest, my first oppinion was “Damn! This is worth enough!” but then, when I jump off from the car, open my shirt and take a run to the sea… “Shit!!!” the beach was full with blue poisonfull jellyfish. I can’t swim there. Although there is no jellyfish on the second beach. They had many rocks on the beach, so I can’t swim at all, if you swim, the wave will takes you to the rocks. “Damn again!!!”

Gundul got his own satisfaction by together with Camilla on the beach. Anika hunt for some shells, Mandus fell the unpollutant air of the seaside, and Dursley climb to the hill to saw the seaside from another place. And how about me…. Just laying down on the sand… watching beautifull movement and expresion of Anika which looking an interesting shells. Watching and fell the seaside air and winds till I got asleep on the nice and warm white sand…

About 3pm we moved to the third beach and enjoying some fruits, leaving Camilla and Gundul on the second beach. Seating on the beach, eat some fruits, listening SoulJah Music played on Auto Tape recorder, fell the wind and the sunshine, Anika and Dursley playing guitar. Ouhg…. What a perfect symphony for me… just laying on the chair and smoking, and enjoy it all…

We’ve go back after enjoying the sunset… I’verecord the sunset on my video camera so I could enjoy t at home, but sure I can’t fell the same situation again. Cause there was no beautifull girl like Anika beside me. This August 21st they have to came back to Germany. Right on my birthday.

It’s more difficult to drive back to Solo cause it was dark and the roads was really bumpy. And also we got no roadlight too. It makes me remember when I was goes to Sumbawa and to Sumatra with jeep to do an adventure on the jungle. The difference is only the auto I used yesterday is a Van called Kijang which only 2 wheel drive, not 4 wheel drive like my jeep. Too pitty that after I got hard driving whole day I’ve got to lost my cap and Anika lost her purse. But, afterall its really great experience. Alhough we got another mystical experince when we drive back to Solo. ‘I really saw the road was straight’ and Mandus was see it too. But suddenly my steering turn to right and I push the brake really deep and the real road is go to the right. I don’t know really, but is there any possibility that me and Mandush got same illusion about the straight road, cause the real road was right turn.

Damn again!!! I have to drive really hard but Gundul and Camilla fell asleep in the back seat. Mandus and Dursley got their own discussion in Germany language that I don’t even understand it, its more like listening to the another planet radio. And Anika who seat by my side is listening to the music with her earphone. I have to driven alone, silent, and quiet…..

But… it’s all worth enough for the beach….



Blog EntryAPOSTRO'PHEJul 10, '05 10:59 AM
for everyone

akhirnya kumpulan cerita pendek yang kami bukukan ini kelar juga... setelah berbagai masalah.... (dana...dana...dan duit....) kelar juga....

terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu yang tak tersebutkan satu persatu....

DANAR PRAMESTHI (voc. SOULJAH), IYOK (BengkelQomik), Mujadi (Masayrakat Komik Surakarta), Ibing (apukat), Benny TextiLe FSRD UNS, WULAN UNISULA SEMARANG, Leaks and Enno and Kucing-kucing kalian.... temen2 FSRD UNS... rokok beer dan kopi yang menemani kami... komputer pinjaman... kamera digital pinjaman... celana pinjaman... uang pinjaman... dan segalanya dan segalanya....

tak lupa tuhan.....



Blog EntrySENI RUPA DIPAKSA PENTAS reportMay 14, '05 1:12 PM
for everyone

akahirnya SENI RUPA DIPAKSA PENTAS  dilaksanakan juga....

dengan 18 band yang cukup membuat acara rusuh, malamnya dilanjutkan dengan samalona reagge, Rukun Sayur dangdut progresif, Le Widodo, FAceless, route 66 rock n roll, dan Down For Life, acara sedikit rusuh ketika polisi melakukan penagkapan terhadap seorang penonton yang sebenarnya TO hingga mengeleluarkan pistolnya.... POLISI BADJINGAN kah???? melakukan penagkapan di dalam lingkungan kampus.... ANJING!!!

tetapi acara cukup sukses, dan dua graffiti terselesaikan dengan sempurna,,, silahkan dinikmati di photo album


Blog EntrySENI RUPA DIPAKSA PENTAS Apr 14, '05 9:20 AM
for everyone

ada acaranya anak seni rupa solo.... yang dipaksa.... sekali lagi dipaksa untuk pentas....

music.... pameran karya.... dan sebagainya....

graffiti.... SURE!!!!

disediakan media sepanjang 20 meter dengan tinggi 1,5 meter....

yang mau ikut???? mari-mari....

cat tembok disediakan.... aerosol bawa sendiri!!!! hehehe.... maklum.... namanya juga dipaksa


Blog EntrySTICKERS TERRORJan 10, '05 1:42 AM
for everyone
i gut no money to buy some aerosol can to do some vandals....
so... what i could do is print some stickers and put it everywhere i like...
thanks to ALIEF malaysia...
please enjoy our latest album

Blog EntryINTRODUCING : TAWON'sJan 6, '05 9:07 AM
for everyone
hey... to all...
wanna introducing my friend which give some contribution to my page... i'll let u all know about him...
his name is AZIZ a.k.a TAWON.
in english TAWON means BEE
he got some artwork that u all can enjoy...
give some opinion, criticz, and else....

Blog Entry(BUAT WRITTER) ada yang maw bantu ga????Dec 27, '04 10:00 AM
for everyone
ada spot baru neeh... pengen nyerang.... pengen ngancurin...
pusat perbelanjaan baru di solo... pusat konsumerialisme... parkiran bertingkat... melingkar... banyak tembok... lorong-lorong sepi (enak buat pacaran juga) hahaha... penjagaan masih agak minim... siapa mau hancurkan???
any kind of vandalisme... stencil, stickers, graffiti, posters, pamflet, etc...
midle of january 2005...
contact us for information

Blog EntryKEMBALI BERULAH (make some disturb again)Dec 24, '04 12:17 AM
for everyone
finnally...
somebody give us an opportunity to make some diturb again...
tomorrow sunday. 26th december 2004. 6am-9am
at LAPANGAN KOTA BARAT, solo, indonesia...
live performance graffiti on street...
watch us...!!! or watch out... it might be hurt

Blog Entryini untuk semua ya... dibaca please...Nov 13, '04 5:14 AM
for everyone
untuk lisan yang tak terjaga
janji yang tak terpenuhi
hati yang kerap berprasangka
dengan tulus ikhlas
saya haturkan
mohon maap lahir batin...
selamat idul fitri 1425 H

Blog EntrySOLDOUTMANOct 14, '04 10:47 AM
for everyone
new StoryLetter
hahaha....
akhirnya....
storyletter bikinanku jadi juga....
ngupas tentang lifestyle anak muda (saat ini sih masih agak lokal surakarta)
edisi perdana kita kupas tentang GANGSTER (geng-gengan)
untuk edisi perdana ini sih kita masih jual ... (3500 rupiahz...)
(maklum boss... kantong sendiri biayanya ...)
ntar deh kalo dah dapet sponsor lumayan...
mungkin bakal kita gratisin.... (didoain ya boss)
barangkali ada yang mau kasi sokongan dana...
space iklan satu page 350 rebu...
ukuran SOLDOUTMAN adalah 1 lembar plano... (60 x 90 cm2)
dibagi jadi 12 page ... (itung ndiri ukuran iklannya)
ato barangkali ada yang mau konstribusi tulisan atau apapun lah....
edisi kedua topic kita coffe...
iklan kecil2an 50rebu lah...
ada yang tertarik...???
contact Enno / Leya' mobile +6249777449
distribution:
SOLO : sinkink distro (manahan)
kampus FSRD UNS (beny)
musique cassette shop (purwosari)
bengkel Qomic
JAKARTA : Bobo (liat di friendsternya Street Soccer )
SEMARANG : Ryan (liat di friendsternya Street Soccer )
JOGJA : check ur local distro ???
BANDUNG : check ur local distro ???

Pages:12
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help